SPMB 2026/2027 Jadi Sorotan, Munjirin Ingatkan Pentingnya Keadilan dan Transparansi Penerimaan Murid Baru

0

 


Jakarta timur, Pakuan Pos – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan Sinkronisasi Kepala Sekolah dan Komite Sekolah serta Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini bagian dari Roadshow Forum Komunikasi Komite Sekolah FKKS Jakarta Timur yang digelar di 10 kecamatan. Tujuannya menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara sekolah, komite sekolah, pemerintah, serta masyarakat dalam pelaksanaan SPMB tahun ajaran baru.

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana, Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto, Ketua TP PKK Kota Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin, dan Ketua FKKS Jakarta Timur Syamsul Bahri.

Dalam sambutannya, Munjirin menegaskan pendidikan adalah investasi jangka panjang penentu kualitas SDM masa depan. Karena itu seluruh unsur pendidikan harus berjalan seiring memberi pelayanan terbaik.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, seluruh unsur pendidikan harus berjalan seiring dan saling mendukung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Munjirin.

Menurutnya, SPMB tiap tahun jadi sorotan publik karena jadi pintu masuk peserta didik ke layanan pendidikan berkualitas. Karena itu diperlukan pemahaman sama antara sekolah, komite sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan terkait kebijakan serta mekanisme SPMB 2026/2027.

Munjirin menyebut sinkronisasi kepala sekolah dan komite sekolah penting agar kebijakan pendidikan dipahami, disosialisasikan, dan dijalankan bersama demi peserta didik.

“Komite sekolah memiliki peran strategis sebagai mitra sekolah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara sekolah dan masyarakat,” katanya.

Ia menekankan SPMB harus objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, tanpa diskriminasi, serta bebas penyimpangan. Kepala sekolah dan komite diminta aktif memberi informasi benar dan mudah dipahami ke masyarakat: jalur penerimaan, kuota, persyaratan, jadwal, hingga mekanisme pendaftaran.

Selain SPMB, kegiatan ini juga jadi forum memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk percepatan wajib belajar 13 tahun, termasuk 1 tahun prasekolah, serta pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah ATS di DKI Jakarta.

“Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung percepatan pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun, termasuk pendidikan prasekolah, serta pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah di Jakarta Timur,” tandasnya.

Melalui sinkronisasi dan sosialisasi ini, diharapkan SPMB 2026/2027 berjalan tertib, transparan, memberi kepastian informasi ke masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta Timur. (Wp



Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top