Jakarta, Pakuan Pos - Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin mengunjungi SMP Negeri 1 Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi pencegahan perundungan atau bullying di kalangan pelajar.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Cikini, Jalan Cikini Raya Nomor 87, Menteng, Jakarta Pusat, mengangkat tema pengasuhan anak dan remaja di era digital. Program ini merupakan kolaborasi Tim Penggerak PKK Jakarta Pusat dengan Suku Dinas Sosial serta unsur Gerakan Pramuka.
Turut hadir dalam acara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suprayogi, Kepala Suku Dinas Sosial Agus Aripianto, Camat Menteng Nurhelmi Savitri, Lurah Cikini Rendy Firmansyah Sukma dan Ibu ibu PKK Jakpus.
Arifin mengatakan, edukasi mengenai perundungan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Menurut Arifin, pencegahan tidak cukup hanya dengan mengingatkan siswa agar tidak melakukan kekerasan. Para pelajar juga perlu memahami bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan terhadap korban, serta cara membangun hubungan sosial yang positif dengan teman sebaya.
“Pencegahan itu penting. Kita perlu menyosialisasikan apa itu bullying, bagaimana bentuknya, bagaimana dampaknya terhadap korban, dan lain sebagainya,” kata Arifin.
Arifin menjelaskan, perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Selain kekerasan fisik, tindakan tersebut bisa berupa perkataan yang merendahkan, menghina, atau menyakiti perasaan orang lain.
Perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru melalui cyberbullying, yakni perundungan yang dilakukan melalui media sosial dan platform digital.
Arifin mengingatkan para siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menjadikan ruang digital sebagai sarana untuk mengintimidasi, mempermalukan, atau menyakiti orang lain.
“Kita berharap anak-anak kita bisa tumbuh kembang dengan sehat dan cerdas. Perundungan bukan hanya dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga verbal dan melalui media sosial. Ini juga harus kita ingatkan agar tidak terjadi,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Arifin juga berdialog dengan pihak sekolah mengenai kondisi lingkungan belajar. Ia berharap upaya menjaga sekolah agar tetap kondusif dapat terus dilakukan sehingga para siswa merasa aman dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Arifin turut mendorong peserta kegiatan untuk menyebarluaskan pemahaman tentang bahaya perundungan kepada teman-teman dan lingkungan pergaulan mereka.
Sosialisasi Berlanjut ke Sekolah Lain
Arifin memastikan edukasi pencegahan perundungan tidak berhenti di SMP Negeri 1 Cikini. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berencana melanjutkan program serupa ke sekolah-sekolah lain dan lingkungan masyarakat.
Materi edukasi akan melibatkan narasumber dari Dinas Sosial maupun Suku Dinas Sosial yang memiliki pengalaman dalam menyampaikan sosialisasi mengenai perundungan.
“Program ini akan terus kita sampaikan ke berbagai sekolah. Tentunya program ini akan terus berlanjut, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan warga, agar hal-hal buruk tentang bullying tidak terjadi lagi di Jakarta,” kata Arifin.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Pusat berharap pencegahan perundungan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pihak sekolah. Peran orang tua, keluarga, masyarakat, dan lingkungan pertemanan dinilai penting untuk membentuk karakter anak yang saling menghargai.
Edukasi sejak dini diharapkan dapat membantu menciptakan ruang belajar dan pergaulan yang lebih aman, sekaligus mendukung generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (Ber)


