Pekanbaru, Pakuan Pos - Terdakwa Rahmad Hidayat, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat Dewan (Setwan) Kota Pekanbaru divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap mantan istri dr. Ihsan Sabri.
Ketua Majelis Hakim PN Pekanbaru, Asrul Hidayat, S.H., M.H., mengatakan, terdakwa Rahmad Hidayat secara sah terbukti melakukan tindak pidana pencemaran nama baik di muka umum terhadap dr. Yeni Mayasari sebagaimana dalam dakwaan.
"Menjatuhkan pidana terhadap Rahmad Hidayat. Terdakwa diberi waktu selama satu bulan untuk menyelesaikan hukumannya. Jika tidak dilaksanakan akan ada konsekuensi. Membebankan kepada terdakwa untuk menyelesaikan hukumannya," kata Asrul Hidayat, saat sidang di PN Pekanbaru, Jumat (16/10/2026).
Dalam kasus tersebut, Rahmad Hidayat dilaporkan ke Polresta Pekanbaru atas dugaan pencemaran nama baik. Rahmad Hidayat telah melontarkan kata-kata kotor terhadap mantan istri dr. Ihsan Sabri yang saat itu usai melaksanakan sidang perceraian di Pengadilan Agama (PA) Pekanbaru, Januari 2024 silam.
Peristiwa bermula karena gugatan cerai ditolak oleh hakim sehingga terdakwa bersama keluarganya marah. Setelah itu, terjadi pengeroyokan oleh keluarga dr. Ihsan Sabri yang bekerja sebagai dokter jiwa di salah satu rumah sakit ternama di Pekanbaru terhadap korban bersama rekannya Asri Purwanti, S.H., M.H. Di situ terjadi penghinaan dan perkataan kotor yang dilontarkan keluarga dr. Ihsan Sabri.
Salah satu saksi, Asri Purwanti, S.H., M.H., mengatakan, fakta persidangan di dalam pemeriksaan terdakwa Rahmad Hidayat tidak mengakui kesalahannya. Namun, hakim meyakinkan bahwa perbuatan Rahmad Hidayat terbukti melakukan tindak pidana pencemaran nama baik.
"Putusan hakim terdakwa Rahmad Hidayat terbukti melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Saya sangat kecewa dengan putusan hakim, seharusnya terdakwa dihukum penjara," kata Asri.
Asri mengaku, merasa kecewa dengan penyidik Polresta Pekanbaru yang menjadikan perkara ini tindak pidana ringan.
"Kami kecewa dengan perkara yang ditangani oleh Polresta Pekanbaru. Pihak Polresta Pekanbaru tidak berpihak pada kami. Kami ini jauh dari Solo bolak-balik datang ke Pekanbaru," jelas Asri. (Ar)


