Dua Ruas Jalan di Sukabumi Masuk Program IJD: Parungkuda–Bojongpari dan Pakuwon–Cipeuteuy

0

 



Sukabumi, Pakuan Pos - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Dua ruas jalan yang selama ini menjadi perhatian dalam peningkatan infrastruktur daerah, yakni ruas Jalan Parungkuda–Bojongpari dan Jalan Pakuwon–Cipeuteuy, disebut mendapatkan dukungan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Jum'at, (16/10/2026). 

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilintasi kedua ruas tersebut.

IJD merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya mempercepat penanganan jalan daerah yang menjadi prioritas, terutama ruas-ruas yang berperan penting dalam mendukung konektivitas, distribusi hasil produksi, serta aktivitas perekonomian masyarakat.

Ruas Jalan Parungkuda–Bojongpari memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga dan mobilitas di wilayah Kecamatan Parungkuda. Sementara itu, ruas Jalan Pakuwon–Cipeuteuy di wilayah Kecamatan Kabandungan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, termasuk untuk konektivitas menuju wilayah Kabupaten Bogor.

Peningkatan kualitas kedua ruas jalan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, mulai dari memperlancar perjalanan masyarakat, mendukung akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, hingga mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Jalan yang baik bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan juga salah satu penopang pergerakan ekonomi masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas jalan harus diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.

Dukungan pemerintah pusat melalui program IJD patut disambut positif apabila penetapan kedua ruas tersebut telah dipastikan secara resmi. Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Namun, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang transparan mengenai status penetapan program, nilai anggaran, panjang jalan yang akan ditangani, spesifikasi teknis, pelaksana pekerjaan, serta jadwal realisasi pembangunan.

Apabila pekerjaan fisik mulai dilaksanakan, pengawasan terhadap kualitas material, ketebalan konstruksi, volume pekerjaan, dan kesesuaian dengan spesifikasi kontrak menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Dengan demikian, program yang bersumber dari anggaran negara tersebut tidak hanya menghasilkan jalan yang tampak baik secara visual, tetapi juga memiliki kualitas konstruksi yang memadai dan daya tahan sesuai perencanaan.

Sebagai bagian dari kontrol sosial, insan pers dan masyarakat memiliki peran untuk mengawal pembangunan infrastruktur agar berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.

Ketua DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, mengatakan apabila kedua ruas jalan tersebut telah resmi ditetapkan sebagai penerima program IJD, pelaksanaannya dapat segera direalisasikan sesuai jadwal dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

"Alhamdulillah, setiap langkah pembangunan yang membawa manfaat bagi masyarakat patut disyukuri. Namun, rasa syukur juga harus diiringi kepedulian untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan secara bertanggung jawab. Pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan, melainkan memastikan jalan tersebut berkualitas, bermanfaat, dan mampu menunjang kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang," pungkasnya. (Pr) 

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top