Tangerang, Pakuan Pos – Kepulangan Delegasi Indonesia dari International Labour Conference ILC ke-114 di PBB Jenewa, Swiss, disambut hangat jajaran pimpinan serikat pekerja KSPSI MJH di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, (16/6/2026). Para delegasi menerima pengalungan bunga dari Dr. Dedi Sudarajat sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan selama dua pekan di forum ketenagakerjaan internasional terbesar dunia.
Salah satu delegasi, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia FSP Maritim Ujang Supriatin SE MP MM yang akrab disapa Abah Ujang Guru, menyampaikan apresiasi atas sambutan tersebut. Ia menyebut delegasi pekerja Indonesia berhasil mengawal agenda strategis hingga menghasilkan keputusan penting bagi dunia kerja.
"Alhamdulillah delegasi pekerja Indonesia telah mengawal berbagai agenda strategis hingga menghasilkan keputusan penting bagi dunia kerja. Keberhasilan disahkannya Konvensi ILO Nomor 193 tentang Platform Economy merupakan capaian bersejarah yang akan memberikan perlindungan lebih luas kepada pekerja, khususnya pekerja sektor ekonomi digital. Tugas kita berikutnya mengawal implementasinya agar manfaatnya benar-benar dirasakan pekerja Indonesia," ujar Ujang Supriatin.
Ujang menjelaskan, Konvensi ILO No. 193 tentang Pekerjaan yang Layak dalam Ekonomi Platform adalah instrumen hukum internasional pertama yang secara spesifik mengatur pelindungan pekerja digital berbasis aplikasi seperti pengemudi ojek/taksi daring, kurir, pekerja lepas, serta Buruh TKBM di pelabuhan Indonesia.
Konvensi ini mencakup poin regulasi: kepastian hak dasar pekerja dan jaminan sosial, kebebasan berserikat dan hak bernegosiasi, transparansi penggunaan algoritma dan AI oleh platform, serta pelindungan data pribadi dan standar K3.
Sidang ILC 114 juga menyetujui amandemen Panduan Dialog Sosial Tripartit dan Kesetaraan Gender. Keputusan ini mendorong negara anggota memperkuat hubungan industrial inklusif, adil, dan ramah gender.
Ujang Supriatin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat yang kini menjabat Menteri Lingkungan Hidup, atas kepercayaan menugaskannya sebagai delegasi Indonesia ke Gedung ILO PBB Jenewa. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Ketenagakerjaan RI dan Duta Besar RI untuk PBB Jenewa.
Forum ini sekaligus menegaskan komitmen hasil ILC ke-113, termasuk konsistensi ruang partisipasi Palestina sebagai Non-Member Observer State di bawah prinsip keadilan sosial universal di dunia kerja.
Penyambutan hangat di Soetta menjadi simbol penghargaan atas dedikasi delegasi yang membawa nama baik bangsa. Kepulangan mereka menandai dimulainya perjuangan baru mengawal implementasi hasil ILC 114 demi perlindungan dan kesejahteraan pekerja Indonesia. (Pr)


