Jakarta, Pakuan Pos – Ketua Umum Brigade Nusantara BRINUS Endri Hendra Permana menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Majelis Adat Sumedanglarang terkait pelestarian Gunung Tampomas. Dukungan ini disampaikan sebagai bentuk sinergi menjaga nilai adat, budaya, dan lingkungan Tatar Sunda.
"Tampomas bukan sekadar gunung. Bagi masyarakat Sumedang dan tatar Sunda, Tampomas adalah pikukuh - penjaga keseimbangan alam dan budaya. Nilai Héjo Ka Bumi dari Sumedanglarang harus kita rawat lewat aksi nyata, bukan hanya wacana," tegas Endri, Minggu (1/6/2026).
Mengenal Majelis Adat Sumedanglarang
Sumedanglarang adalah kerajaan Sunda tertua. Makna namanya:
- Sumedang dari "Insun Medal, Kade Aing" = "Aku lahir, hati-hati"
- Larangan = wilayah keramat yang dijaga adabnya.
Peran & Fokus Majelis Adat:
1. Pelestari Adat: Menjaga tradisi, upacara adat, kalender Sunda, dan aturan pikukuh
2. Pembina Moral: Mengajarkan silih asah, silih asih, silih asuh + adab cageur, bageur, bener, pinter, singer
3. Penjaga Sejarah: Dokumentasi naskah, pusaka, dan silsilah kerajaan
4. Penghubung Masyarakat: Jembatan nilai leluhur dengan kehidupan kini
Nilai Dasar: Pikukuh Tilu, Loka Laksana, Tata Titi Tentrem, Hade Ka Sémah, Héjo Ka Bumi
Kegiatan Khas: Seren Taun, Mapag Sri, Ngabersihan Pusaka, Saur Seh, Pendidikan Adab
Benang Merah Kolaborasi BRINUS & Majelis Adat
Endri menegaskan BRINUS siap bersinergi dengan Majelis Adat Sumedanglarang. Menurutnya, menjaga Tampomas butuh 3 pilar:
"BRINUS siap bersinergi. Adat dijaga Majelis, ruhani dikuatkan zikir, aksi sosial dikawal BRINUS. Ini 3 pilar buat jaga Tampomas dan jaga Indonesia," tambahnya.
BRINUS sendiri mengusung semangat "Mengabdi untuk Nusantara" melalui aksi nyata dan penyebaran informasi sehat. Sementara Majelis Adat menjaga akar budaya bangsa melalui adat dan adab.
Ajakan untuk Generasi Muda
BRINUS mengajak seluruh elemen masyarakat, pegiat lingkungan, dan generasi muda Sumedang untuk ikut merawat Gunung Tampomas sesuai pikukuh leluhur. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi adat, ruhani, dan aksi sosial dalam menjaga warisan alam dan budaya Indonesia. (Pr)



