Jakarta, Pakuan Pos – Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Willem Frans Ansanay angkat suara terkait derasnya kritik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia menilai sorotan berlebihan terhadap agenda kunjungan Jokowi ke daerah tidak berdasar.
Pernyataan itu disampaikan Frans saat ditemui di kediamannya, Rabu (3/6/2026), menanggapi narasi yang menyebut langkah Jokowi “turun gunung” menjelang Pemilu 2029.
Menurut Frans, Jokowi saat ini berstatus warga negara biasa. Ia sudah tidak menjabat sebagai presiden maupun pejabat negara, sehingga bebas memenuhi undangan masyarakat.
“Pak Jokowi sekarang adalah rakyat biasa. Beliau bukan lagi presiden dan bukan pejabat negara. Jadi kalau beliau memenuhi undangan masyarakat atau berkunjung ke daerah, saya tidak melihat ada yang salah,” tegas Frans.
Ia mempertanyakan motif sebagian elite yang terus menjadikan Jokowi sasaran kritik. Padahal, setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
“Kenapa Pak Jokowi selalu dipersoalkan? Semua presiden dan tokoh politik pasti punya kekurangan. Seharusnya para elite memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan menjaga etika politik dan persatuan bangsa,” ujarnya.
Frans juga menegaskan bahwa jika Jokowi memilih aktif membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), itu merupakan hak politik yang sah. Aktivitas serupa, katanya, juga dilakukan tokoh partai lain tanpa jadi polemik.
“Kalau Pak Jokowi ingin membantu membesarkan PSI atau menghadiri kegiatan politik tertentu, itu hak beliau. Banyak ketua umum dan tokoh partai lain yang melakukan hal yang sama dan tidak menjadi persoalan,” katanya.
Ketua Umum Bara JP itu menyoroti antusiasme publik di media sosial dan di lapangan setiap kali Jokowi hadir dalam kegiatan. Menurutnya, sambutan hangat warga adalah cerminan kepercayaan terhadap warisan kepemimpinan 2 periode Jokowi.
“Kalau sampai sekarang masyarakat masih antusias menyambut Pak Jokowi, berarti ada kepercayaan dan hasil kerja yang dirasakan rakyat selama beliau menjadi presiden. Itu yang membuat beliau tetap memiliki magnet di tengah masyarakat,” tuturnya.
Frans menduga popularitas Jokowi yang masih tinggi menjadi alasan munculnya kritik dan tudingan politik. Namun ia mengajak semua pihak menghentikan saling serang.
Di akhir pernyataannya, Frans mengimbau agar energi politik dialihkan untuk mendukung pembangunan nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kita harus menjaga suasana politik yang sehat dan santun. Jangan terus-menerus membangun narasi yang memecah belah. Saat ini yang lebih penting adalah mendukung keberlanjutan pembangunan dan menjaga persatuan bangsa,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat menjaga kerukunan antaretnis, antaragama, dan antargolongan demi stabilitas nasional serta percepatan pembangunan.
Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) adalah organisasi relawan yang konsisten mendukung agenda perubahan dan pembangunan nasional sejak era pemerintahan Jokowi hingga saat ini. (Eky)


