Kaukus Ekonom Pancasila Serahkan Draft RUU Perekonomian Nasional ke Kantor Staf Presiden

0


Jakarta, Pakuan Pos – Tim Ekonom Pancasila bersama dosen dari berbagai kampus yang dipimpin Yudhie Haryono melakukan audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan membahas dua agenda utama. Pertama, penyerahan draft Rancangan Undang-Undang Perekonomian Nasional (RUUPN) yang digagas kaukus tersebut dan difasilitasi Nusantara Centre. Kedua, rencana peluncuran buku _Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan_, kelanjutan dari rangkaian penajaman isu kedaulatan perekonomian nasional.

Para dosen dalam kaukus ini telah menghasilkan seribuan artikel bertema perekonomian nasional, seratusan temu ilmiah, FGD dan diskusi, 50 jurnal, serta empat penerbitan buku. Draft RUUPN merupakan hasil rangkaian forum diskusi kelompok terarah yang diselenggarakan Nusantara Centre bersama akademisi, ekonom, dan pemikir kebangsaan. Penyusunan draft ini juga menindaklanjuti gagasan ekonomi nasional yang diminta Presiden Prabowo Subianto melalui tim ekonomi yang dipimpin Burhanuddin Abdullah.

Ekonom muda Agus Rizal memaparkan pokok-pokok utama RUUPN di hadapan Kepala Staf Kepresidenan. Paparan menekankan arah pembangunan ekonomi nasional berbasis kemandirian ekonomi, kedaulatan perencanaan, kemerdekaan implementasi, industrialisasi nasional, penguatan ekonomi rakyat, serta penguatan kedaulatan bangsa di tengah dinamika global.

Pertemuan juga membahas peluncuran buku _Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan_, tafsir kontemporer atas pemikiran ekonomi Pancasila dari Soemitro Djojohadikusumo, tokoh ekonomi nasional sekaligus ayah Presiden Prabowo Subianto.

Dudung Abdurachman menyatakan kesediaannya menjadi keynote speaker pada peluncuran buku yang direncanakan dalam waktu dekat. Panitia saat ini berkoordinasi intens karena acara akan melibatkan 100 ekonom, 100 dekan fakultas ekonomi, 100 pelaku UMKM, 100 bankir, 100 akuntan, 100 aktivis koperasi, dan 100 mahasiswa terseleksi. Total 700 peserta dari seluruh Indonesia ditargetkan hadir. 

Audiensi berlangsung sekitar dua jam dalam suasana hangat, produktif, dan penuh semangat kebangsaan. Diskusi berlangsung intens, diselingi canda dan dialog ringan yang mencerminkan kedekatan intelektual dan perhatian bersama terhadap masa depan Indonesia.

Para ekonom dan aktivis Nusantara Centre menilai pertemuan ini sebagai langkah penting membangun sinergi antara pemikiran strategis kebangsaan dengan proses perumusan kebijakan negara, khususnya menghadapi tantangan ekonomi global dan kebutuhan penguatan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berdaulat.

Prof. Yudhie Haryono dalam sesi penutup berharap forum ini menjadi arus balik nusantaraisme: agar bangsa Indonesia lebih sejahtera, sentosa, bermartabat, adil, dan langgeng. Hal ini sesuai warisan pemikiran para pendiri bangsa yang merumuskan 5M: merdeka, mandiri, modern, martabat, manusiawi. (Pr) 


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top