Jakarta, Pakuan Pos – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI [DPP IKAL-Lemhannas] masa bakti 2026-2031 resmi dilantik di Gedung Lemhannas, Senin [18/5/2026], Jakarta.
Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., Ph.D., IPU mengatakan kepengurusan baru akan memulai langkah awal melalui konsolidasi internal sebelum menjalankan berbagai agenda besar organisasi. Penguatan internal menjadi penting mengingat struktur kepengurusan DPP IKAL-Lemhannas saat ini diisi sekitar 60 pengurus.
Ketua Bidang Informasi DPP IKAL Lemhannas 2026-2031 DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., S.H., M.H., http://M.Mar menilai kepengurusan baru ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi alumni Lemhannas dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Ia menambahkan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi kebangsaan, dan mampu menjaga arah pembangunan nasional agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan cita-cita bangsa.
“Maka pelantikan DPP IKAL-Lemhannas periode 2026–2031 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat peran strategis alumni Lemhannas dalam mendukung ketahanan nasional dan pembangunan Indonesia,” ujar Capt. Hakeng.
Menurutnya, Lemhannas RI sejak awal dipersiapkan sebagai lembaga strategis pencetak kader pemimpin nasional lintas sektor yang memiliki wawasan geopolitik, kebangsaan, dan ketahanan nasional. “Lemhannas bukan hanya lembaga pendidikan biasa. Dari Lemhannas lahir cara pandang strategis yang menempatkan persatuan nasional, wawasan nusantara, dan ketahanan nasional sebagai fondasi utama negara,” katanya.
Capt. Hakeng menilai keberadaan IKAL-Lemhannas menjadi penting karena menghimpun alumni dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrasi, militer, akademisi, profesional, hingga tokoh daerah yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga arah pembangunan nasional.
Ia juga mendukung langkah Ketua Umum yang memprioritaskan konsolidasi internal sebagai keputusan strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sebelum menjalankan program nasional. Selain itu, penguatan daerah melalui Dewan Pimpinan Daerah [DPD] dan pembentukan koordinator regional dinilai penting agar pembangunan tidak lagi terlalu terpusat.
Dalam bidang kebangsaan, Capt. Hakeng menyoroti rencana kerja sama dengan sejumlah kementerian untuk memperkuat sosialisasi wawasan kebangsaan dan wawasan nasional. Menurutnya, arus informasi global dan perkembangan teknologi digital membuat tantangan kebangsaan semakin kompleks sehingga wawasan kebangsaan harus terus diperkuat secara adaptif bagi generasi muda.
Capt. Hakeng juga menyampaikan dukungan terhadap program hilirisasi nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai hilirisasi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi bangsa, tidak hanya di sektor energi dan pertambangan tetapi juga pertanian, pangan, dan industri lainnya.
Terkait IKAL Strategic Center, ia menilai keberadaan think tank ini dapat memperkuat kontribusi pemikiran strategis alumni Lemhannas terhadap kebijakan nasional di tengah perubahan dunia yang cepat, mulai dari geopolitik, energi, pangan, hingga perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. (Har)


