Pakuan Pos – Perjalanan hidup R.M. Trusono adalah cermin ketekunan, loyalitas, dan pengabdian tanpa batas kepada bangsa. Lahir di Yogyakarta pada 29 Oktober 1960, ia memulai karier militernya dari titik paling dasar sebuah langkah yang kelak mengantarkannya ke jajaran elit perwira tinggi TNI Angkatan Laut.
Dari Prajurit Dua hingga Perwira Akademi
Karier militer Trusono dimulai pada 1979 melalui jalur Secatam Wamil TNI-AL. Setahun kemudian, ia resmi dilantik sebagai Prajurit Dua Marinir (Prada Mar), sebuah pangkat awal yang menjadi fondasi disiplin dan mental tempurnya.
Ambisi dan kemampuannya membawanya melangkah lebih jauh. Ia berhasil lolos seleksi dan melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut, hingga lulus pada tahun 1985 dengan pangkat Letnan Dua. Sejak saat itu, kariernya terus menanjak, terutama di satuan elit Korps Marinir, khususnya unit tempur khusus Denjaka.
Pengabdian di Berbagai Medan Operasi
Sebagian besar perjalanan karier Trusono diwarnai oleh penugasan di medan operasi yang penuh risiko. Ia pernah terlibat dalam berbagai misi strategis, di antaranya:
- Operasi Satgas Sapu Jagat di Timor Timur (1986–1987)
- Satgas Pengamanan VVIP di Timor Timur (1991)
- Kontingen Garuda XII-B di Kamboja (1992–1993)
- Satgas Rencong Sakti VIII di Aceh (1996–1997)
- Satgas Pengamanan VVIP di Ambon (1999)
Rangkaian penugasan ini membentuknya menjadi perwira tempur yang tangguh, berpengalaman, dan siap menghadapi berbagai dinamika konflik, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Puncak Karier: Dari Marinir hingga Sesko TNI
Karier Trusono mencapai puncaknya saat ia dipercaya menjabat berbagai posisi strategis. Ia pernah menjadi Komandan Pasukan Marinir 2, sebelum kemudian mengemban jabatan penting sebagai Komandan Lantamal III/Jakarta (2015–2016).
Namanya semakin dikenal ketika ia dipercaya menjadi Komandan Korps Marinir ke-21, menggantikan Buyung Lalana pada 15 Juni 2016. Jabatan ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin utama di tubuh Marinir.
Tak berhenti di situ, Trusono kemudian menjabat sebagai Komandan Sesko TNI (2017–2018), sebuah lembaga pendidikan strategis yang mencetak calon pemimpin TNI masa depan.
Ia menutup karier militernya dengan pangkat Letnan Jenderal TNI (Mar) atau setara Laksamana Madya sebuah pencapaian luar biasa bagi seseorang yang memulai dari pangkat prajurit dua.
Pengabdian Setelah Pensiun
Setelah purna tugas pada 2018, Trusono tidak berhenti mengabdi. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Yayasan Sosial Bhumyamca (Yasbhum), melanjutkan kontribusinya dalam bidang sosial dan kemasyarakatan.
Penutup: Simbol Keteguhan dan Loyalitas
Kisah hidup Trusono adalah bukti bahwa kesuksesan dalam militer tidak datang secara instan. Ia dibangun dari disiplin, pengalaman lapangan, dan kesetiaan terhadap tugas.
Dari seorang prajurit muda hingga menjadi jenderal bintang tiga, Trusono menunjukkan bahwa setiap langkah kecil yang dijalani dengan tekun dapat membawa seseorang mencapai puncak tertinggi pengabdian.


