Pangkalpinang, Pakuan Pos - Sekitar 2.000 warga Dusun Serdang 2, Desa Jelutung, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, terpaksa tinggal di pengungsian setelah kebakaran hebat menghanguskan permukiman mereka.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu siang, 10 Oktober 2026 itu, berdasarkan data resmi Tim Terpadu, menghanguskan sebanyak 500 unit rumah. Hingga kini data tersebut belum final karena tim masih melakukan identifikasi di lapangan.
Saat ini para korban mengungsi di tenda darurat yang didirikan di halaman Gedung SDN 7 Simpang Rimba. Pemerintah bersama relawan juga telah mendirikan posko dan dapur umum di lokasi tersebut.
Bantuan terus mengalir dari berbagai pihak. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ikut menggalang bantuan melalui program #PWIPEDULIuntukKORBANKEBAKARAN.
Ketua PWI Babel, M Faturrakhman, mengatakan hingga Minggu malam, 11 Oktober 2026, dana yang terkumpul mencapai Rp 65.500.000. Dana tersebut berasal dari internal PWI dan sejumlah donatur yang bersimpati atas musibah tersebut.
"Dari dana yang terkumpul akan kita belikan berbagai keperluan pengungsi, terutama kelompok rentan. Kita berharap masyarakat lainnya ikut berpartisipasi dalam membantu saudara kita yang tertimpa musibah," ujar M Faturrakhman, Minggu malam.
Sementara itu, Penasehat PWI Bangka Selatan (Basel), Dedy Irawan, menyebutkan berdasarkan hasil identifikasi tim PWI di lapangan, kebutuhan mendesak pengungsi saat ini didominasi kebutuhan anak dan perempuan.
"Yang dibutuhkan saat ini adalah pampers dan susu anak, pakaian dalam wanita untuk anak, remaja dan dewasa. Selain itu seperti handuk, botol susu, ikan asin dan lainnya," ujar Dedy.
Ia menambahkan, tim masih terus melakukan pendataan terkait kebutuhan mendesak lainnya.
Rencananya, bantuan dari PWI Babel akan diberangkatkan dari Pangkalpinang menuju lokasi pengungsian pada Senin (12/10/2026) dan langsung didistribusikan kepada pengungsi yang membutuhkan. (Fh)


