TNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkotika di Kepri

0

 



Batam, Pakuan Pos – Upaya pemberantasan penyelundupan narkotika melalui jalur laut di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) terus diperkuat. TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan Polri menunjukkan sinergi dalam menggagalkan masuknya narkotika dalam jumlah besar ke wilayah Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., saat menghadiri konferensi pers pengungkapan penyelundupan narkotika jenis methamphetamine cair di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, Jumat (21/8/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, tim gabungan BNN RI, Bea Cukai dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 2,6 ton methamphetamine atau sabu cair yang dibawa melalui wilayah perairan Kepulauan Riau.

Dankodaeral IV memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar menunjukkan efektivitas kerja sama antarlembaga dalam mengawasi wilayah perairan Kepri.

“Pengungkapan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas dan kolaborasi antarlembaga dalam menjaga wilayah perairan Kepulauan Riau terus berjalan dengan baik,” ujar Berkat.

Ia menegaskan TNI AL, khususnya Kodaeral IV, berkomitmen mendukung setiap langkah pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran serta penyelundupan narkotika, terutama yang memanfaatkan jalur laut.

Selain mengamankan sekitar 2,6 ton methamphetamine cair, petugas juga menemukan sekitar 1,57 juta batang rokok ilegal. Dalam operasi tersebut, sebanyak 10 awak kapal berkewarganegaraan Myanmar turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Berkat mengatakan posisi geografis Kepulauan Riau yang berada di jalur pelayaran internasional serta memiliki wilayah perairan yang luas membuat pengawasan terhadap aktivitas pelayaran menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut sekaligus menuntut koordinasi yang semakin kuat di antara berbagai instansi.

“Sinergitas, koordinasi, pertukaran informasi, dan kerja sama antarinstansi menjadi sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan,” tegasnya.

Kodaeral IV, lanjut Berkat, akan terus memperkuat koordinasi dengan BNN, Bea Cukai, Polri serta instansi terkait lainnya. Pengawasan bersama dinilai menjadi kunci untuk mencegah wilayah perairan Kepri dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkotika ke Indonesia.

Keberhasilan pengungkapan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengawasan laut. Dengan sinergi yang berkelanjutan, aparat penegak hukum optimistis ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika dapat semakin dipersempit.

TNI AL menegaskan akan terus hadir bersama seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan perairan Kepulauan Riau, sekaligus mendukung terciptanya wilayah yang aman, tertib dan kondusif bagi masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top