Bogor, Pakuan Pos – Pasar Ciawi, salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Bogor, kembali disorot karena maraknya aksi pencopetan. Pengunjung diimbau untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat berbelanja, terutama pada jam-jam ramai.
Salah satu korban terbaru adalah seorang guru di salah satu sekolah di wilayah Ciawi. Ia kehilangan dompet saat sedang memilih barang dagangan.
“Modusnya cepat sekali. Saya fokus lihat barang, tiba-tiba dompet di tas sudah tidak ada. Pas mau bayar baru sadar,” ujar korban yang enggan disebutkan namanya, Jum'at (7/8/2026).
Menurut pengakuan sejumlah pedagang dan warga, kejadian seperti ini bukan yang pertama. Hampir setiap pekan selalu ada pengunjung yang menjadi korban pencopetan di area pasar, mulai dari kehilangan dompet, HP, hingga perhiasan.
Melihat kondisi tersebut, para pengunjung dan pedagang berharap pengelola Pasar Ciawi segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan. Beberapa harapan yang disampaikan antara lain:
1. Penambahan jumlah petugas keamanan yang berjaga di titik-titik rawan, terutama pintu masuk, lorong sempit, dan area parkir
2. Pemasangan CCTV di seluruh sudut pasar dan pemantauan aktif oleh petugas
3. Patroli rutin oleh petugas keamanan dan koordinasi dengan kepolisian sektor setempat
4. Pengumuman berkala melalui pengeras suara untuk mengingatkan pengunjung agar waspada
5. Pembuatan pos pengaduan yang mudah diakses jika ada kejadian kehilangan
“Kami tidak minta yang muluk-muluk. Cukup ada rasa aman saat belanja. Kalau perlu ada satpam keliling terus, jangan cuma diam di pos,” ujar salah satu pengunjung.
Himbauan untuk Pengunjung Pasar Ciawi:
1. Simpan barang berharga seperti dompet, HP, dan perhiasan di tempat yang aman dan tertutup, sebaiknya di dalam tas selempang depan
2. Waspadai orang di sekitar, terutama saat berdesakan, antre, dan di kerumunan
3. Jangan membawa uang tunai berlebihan dan pisahkan uang belanja dengan uang lainnya
4. Awasi tas dan belanjaan setiap saat, jangan menggantungkan tas di bahu belakang
5. Laporkan segera ke petugas keamanan pasar atau polisi jika melihat gerak-gerik mencurigakan atau menjadi korban


