Muhammad Shodiq, Aktivis PII yang Kini Pimpin Transformasi Learning di Bank Nasional

0

 


Surabaya, Pakuan Pos - Perjalanan karier Muhammad Shodiq, S.Si., MT., CIFP., tidak mengikuti satu jalur lurus. Berawal dari mahasiswa Matematika Universitas Airlangga / UNAIR dan aktivis Pelajar Islam Indonesia / PII, ia kini dipercaya sebagai Senior Vice President—Head of Talent Factory & Learning Capability Development di Bank CIMB Niaga.

Pria yang akrab disapa Shodiq ini telah lebih dari 25 tahun berkecimpung di sektor keuangan. Kiprahnya mencakup perbankan syariah, Islamic finance, pengembangan sumber daya manusia, hingga transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Shodiq menempuh pendidikan S1 Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam / FMIPA UNAIR angkatan 1993. Di luar kuliah, ia aktif di organisasi. Pada periode 1996-1998, Shodiq menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia / PW PII Jawa Timur.

"Pengalaman berorganisasi mengajarkan saya bahwa memimpin bukan hanya tentang mengambil keputusan. Ada proses mendengar, memahami perbedaan, membangun kepercayaan, dan menggerakkan orang untuk mencapai tujuan bersama," ujar Shodiq.

Setelah lulus dari UNAIR, ia melanjutkan studi S2 Teknik Mesin di Universitas Indonesia pada 2000. Minatnya pada dunia keuangan kemudian membawanya meraih beasiswa penuh program Chartered Islamic Finance Professional / CIFP bidang Islamic Banking & Finance di International Centre for Education in Islamic Finance / INCEIF, Malaysia, pada 2007.

Kompetensinya terus diasah melalui program Accelerated Universal Banker di Nanyang Business School, Nanyang Technological University / NTU Singapura pada 2017, dan Sustainability Leadership Program di Institute for Sustainability Leadership, University of Cambridge, Inggris, pada 2022.

Sebelum bergabung dengan CIMB Niaga, Shodiq berkarier di Bank Danamon Syariah, Fajr Capital, Bank BRI Syariah, dan Sampoerna Financial Group—Sampoerna Strategic.

Di CIMB Niaga, ia fokus mendorong transformasi pembelajaran di lingkungan kerja. Sejumlah inovasi yang dikembangkan meliputi digital learning, virtual reality / VR learning, artificial intelligence-based VR learning, hingga learning experience platform.

Pada 2022, CIMB Niaga meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia / MURI sebagai bank pertama yang menerapkan pembelajaran menggunakan VR learning. Inovasi tersebut juga mendapat pengakuan dari lembaga nasional dan internasional, termasuk Brandon Hall di Amerika Serikat.

"Teknologi hanyalah alat. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi itu membuat orang belajar lebih efektif, relevan, dan siap menghadapi perubahan. Pada akhirnya, transformasi pembelajaran harus bermuara pada pengembangan manusia," kata Shodiq.

Kiprahnya di bidang learning and development mendapat pengakuan internasional. Pada 2023, ia meraih Top Learning & Development Awards South East Asia dari CoachHub dan People Matters di Singapura. Setahun kemudian, ia menerima penghargaan HR Leader of The Year Gold dalam Indonesia Human Resources Excellence Award oleh Human Resources Online.

Shodiq aktif dalam pengembangan pendidikan. Ia merupakan pendiri sekaligus General Manager Islamic Banking & Finance Institute / IBFI Universitas Trisakti.

Ia juga produktif menulis buku, makalah, dan artikel tentang ekonomi, perbankan, Islamic finance, dan pengembangan SDM. Tulisannya telah dimuat di The Jakarta Post, Islamic Finance News, Manage HR Magazine, HR Tech Outlook, Republika, dan Kompas.

M. Sugiharto, Wakil Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional / Japnas Jawa Timur, mengenal Shodiq sejak kuliah di UNAIR. Ia mengingat Shodiq sebagai sosok sederhana yang berkuliah dengan sepeda ontel.

"Saya dulu melihat dia naik sepeda ontel menelusuri pinggiran jalan protokol di Surabaya saat sedang menempuh S1 Jurusan Matematika di UNAIR," kata Sugiharto.

Menurut Sugiharto, karier panjang di perbankan tidak mengubah karakter Shodiq. "Orangnya tetap sederhana dan bersahaja. Tampang seriusnya tetap dominan, walaupun saya tahu dia berusaha menutupinya," ujarnya.

Agus Barlianto, mahasiswa Program Doktoral IPB University, juga mengapresiasi perjalanan Shodiq. "Ikut bangga atas prestasi Shodiq. Pejuang yang teguh dan bersahaja seperti ayahandanya," ujarnya.

Bagi Shodiq, pendidikan Matematika tetap menjadi fondasi penting dalam kariernya.

"Saya melihat Matematika bukan hanya soal angka. Yang paling penting adalah cara berpikirnya: logis, sistematis, mampu membaca persoalan dan mencari solusi. Cara berpikir seperti itu tetap saya gunakan ketika menghadapi persoalan di dunia kerja," katanya.

"Karier mungkin membawa kita ke berbagai bidang, tetapi fondasi cara berpikir tetap menjadi modal. Bagi saya, terus belajar dan beradaptasi jauh lebih penting daripada sekadar bekerja di satu bidang yang sama sepanjang karier," pungkas Shodiq.

Perjalanan dari aktivis PII Jawa Timur, mahasiswa Matematika UNAIR, profesional Islamic finance, hingga pemimpin pengembangan talenta di perbankan, menunjukkan bahwa pendidikan, pengalaman organisasi, dan pembelajaran berkelanjutan dapat membentuk karier lintas disiplin.(*/rils)



Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top