Jakarta, Pakuan Pos – Publik perlu siap-siap. Untuk pertama kalinya OJK bersama ADPI, ADPLK, PT Taspen, PT Asabri, dan BPJS Ketenagakerjaan menginisiasi penyelenggaraan “Bulan Dana Pensiun” sepanjang bulan September 2026.
Kegiatan ini menjadi gerakan kolaboratif seluruh ekosistem penyelenggara program pensiun yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak usia produktif, di samping meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun di Indonesia. Kamis, (6/8/2026).
Inisiasi Bulan Dana Pensiun ini sekaligus menjadi momentum bersama untuk memajukan dana pensiun dan kepesertaan program pensiun di Indonesia. Sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di masa pensiun sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan nasional, dana pensiun memainkan peran penting untuk menjaga standar hidup orang Indonesia di hari tua seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, perubahan struktur demografi, perkembangan ekonomi digital, dan dinamika ekonomi global.
Berbagai event pensiun akan digelar oleh seluruh pelaku program pensiun sepanjang bulan September 2026. Hingga acara puncak pada “Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026” pada 24-25 September 2026 di Balai Kartini Jakarta.
Bertindak sebagai panitia adalah ADPI (Asosiasi Dana Pensiun Indonesia) dan ADPLK (Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Mengambil tema “Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia”, kegiatan IPFS 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, pengelola dana pensiun, lembaga jasa keuangan, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun Indonesia agar menjadi lebih kuat, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
“Bulan Dana Pensiun dan IPFS 2026 dirancang khusus dengan menggabungkan konferensi dan pameran. Ini menjadi wadah yang berharga untuk bertukar gagasan, menjalin kemitraan, dan melahirkan inisiatif-inisiatif yang berdampak positif guna mewujudkan ekosistem pensiun yang lebih kuat, lebih inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Antonius Resep Tyas Artono, Ketua Panitia Indonesia Pension Fund Summit 2026.
Seperti diketahui, 83% lansia/pensiunan di Indonesia bergantung secara finansial pada keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (BPS, 2024). Hanya sedikit yang bergantung pada dana pensiun dan investasi. Karena itu, sosialisasi akan pentingnya perencanaan masa pensiun harus terus dikampanyekan, khususnya kepada para pekerja, baik di sektor formal maupun informal.
Melalui Bulan Dana Pensiun dan IPFS 2026 diharapkan dapat memperkuat ketahanan sistem pensiun nasional serta mendukung peningkatan pemahaman masyarakat terhadap program pensiun. OJK pun berkomitmen dan terus mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pensiun sebagai bagian dari implementasi Peta Jalan Penguatan dan Pengembangan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028. (Pr)


