Batam, Pakuan Pos – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV terus memperkuat kapasitas penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia. Sebanyak 65 perwira TNI Angkatan Laut resmi disumpah sebagai Penyidik Tindak Pidana di Laut dalam kegiatan yang digelar di Gedung Raja Haji Fisabilillah, Markas Komando Kodaeral IV, Batam, Rabu (15/7/2026).
Prosesi penyumpahan dipimpin langsung Komandan Kodaeral IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi dan legalitas perwira TNI AL dalam melaksanakan penegakan hukum di wilayah yurisdiksi laut nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja di lingkungan Kodaeral IV. Turut hadir Kasi Pemulihan Aset dan Barang Bukti Kejaksaan Negeri Batam, Noprianto Sihombing, yang bertindak sebagai saksi dalam prosesi penyumpahan.
Sebanyak 48 perwira dari Mako Kodaeral IV, unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan), serta Lanal Bintan mengikuti penyumpahan secara langsung. Sementara 17 perwira lainnya dari Lanal Ranai, Lanal Tarempa, Lanal Tanjung Balai Karimun, dan Lanal Dabo Singkep mengikuti kegiatan secara virtual melalui konferensi video dari satuan masing-masing.
Penyumpahan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan para perwira TNI AL memiliki kewenangan dan landasan hukum yang kuat dalam menjalankan tugas penyidikan terhadap tindak pidana di laut, sejalan dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru serta Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut (Perkasal) tentang Penegakan Hukum di Laut (Gakkumla).
Dengan penyumpahan ini, para perwira diharapkan mampu menjalankan tugas penyidikan secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat sistem penegakan hukum maritim guna menghadapi berbagai tantangan keamanan di laut yang semakin kompleks.


