Sumedang, Pakuan Pos – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan anak sangat bergantung pada kelestarian lingkungan dan warisan budaya yang diwariskan orang dewasa hari ini.
Ketua Majelis Adat Sumedanglarang, Susane Febriyati Suryakartalegawa S.H, menyampaikan pesan kuat terkait hal tersebut. Menurutnya, warisan terbaik untuk anak bukanlah utang peradaban, melainkan sumber daya alam yang terjaga.
"Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2026. Warisan terbaik untuk anak bukan utang peradaban. Tapi air bersih, tanah subur, identitas yang jelas dan bumi yang aman," ujar Susane Febriyati Suryakartalegawa S.H. Kamis, (23/7/2026).
Ia menegaskan bahwa Gunung Tampomas memiliki peran vital bagi masyarakat Sumedang dan sekitarnya.
"Tampomas adalah sumber mata air, rumah leluhur, dan benteng gempa. Jangan tinggalkan anak kita dengan luka bumi. Jagaan Tampomas jang anak incu...!!" tegasnya.
Menurut Susane, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi akan berdampak langsung pada keberlangsungan hidup generasi penerus. Air bersih, tanah yang subur, dan keamanan dari bencana adalah hak dasar anak yang harus dipenuhi.
"Identitas kita sebagai masyarakat Sumedanglarang melekat pada alam dan leluhur. Jika kita merusak Tampomas hari ini, maka kita merampas masa depan anak dan cucu kita," tambahnya.
Pada momentum HAN 2026 ini, Majelis Adat Sumedanglarang mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kelestarian Tampomas. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata cinta kepada anak dan wujud tanggung jawab menjaga warisan leluhur.
"Mari kita wariskan bumi yang sehat, bukan luka. Mari kita jaga Tampomas untuk anak incu," pungkas Susane. (Aj)


