Cianjur, Pakuan Pos – Di tengah meningkatnya dinamika politik, tekanan ekonomi global, serta berbagai persoalan sosial yang mewarnai kehidupan berbangsa, praktisi spiritual Kanjeng Yoga mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak kehilangan harapan, persatuan, dan kebijaksanaan.
Pesan itu disampaikannya saat mengikuti perjalanan spiritual bersama rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya dan PWI Pusat di Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Senin (29/6/2026) malam hingga Selasa (30/6/2026) dini hari, bertepatan dengan malam bulan purnama.
Di salah satu teras Gunung Padang, Kanjeng Yoga menjalankan ritual doa menurut keyakinan spiritual yang dianutnya. Ia memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon agar bumi dan alam semesta senantiasa menghadirkan keseimbangan, sekaligus mengenang serta menghormati para leluhur sebagai bagian dari ikhtiar batin memohon keselamatan bagi Indonesia.
Menurut Kanjeng Yoga, bangsa Indonesia saat ini menghadapi berbagai ujian yang bukan hanya bersifat politik, tetapi juga menyangkut memudarnya nilai-nilai kebersamaan, meningkatnya polarisasi, dan semakin kuatnya kepentingan yang berpotensi mengesampingkan kepentingan rakyat.
"Bangsa ini dibangun dengan semangat persatuan. Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai mengikis rasa persaudaraan. Indonesia jauh lebih besar daripada kepentingan kelompok ataupun kekuasaan sesaat," ujarnya.
Ia berharap para pemimpin bangsa diberikan kejernihan hati dalam mengambil keputusan, mengutamakan kepentingan rakyat, serta menjaga amanah yang dipercayakan kepada mereka.
Bagi Kanjeng Yoga, doa bukan sekadar ritual, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual agar bangsa tetap berada di jalan yang membawa kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan.
"Di tempat yang sarat sejarah ini saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia dijauhkan dari perpecahan, bencana, kebencian, dan segala bentuk permusuhan. Semoga para leluhur mendoakan negeri ini agar tetap kokoh, rakyat hidup rukun, dan pemimpin diberi kebijaksanaan dalam menjaga masa depan bangsa," tuturnya.
Suasana hening di bawah cahaya bulan purnama membuat prosesi doa berlangsung khusyuk. Bagi para peserta, Gunung Padang bukan sekadar situs purbakala, melainkan ruang kontemplasi untuk mengingat kembali pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Di tengah derasnya perubahan zaman, Kanjeng Yoga berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga nilai gotong royong, toleransi, dan rasa saling menghormati sebagai fondasi utama agar bangsa mampu melewati berbagai tantangan dengan tetap utuh dan bermartabat.


