Surabaya, Pakuan Pos – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. H. Suli Da'im, M.M., P.Ma., menyayangkan terjadinya aksi massa yang mendatangi Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang, Kabupaten Sampang.
Ia menegaskan Jawa Timur selama ini dikenal memiliki tradisi keagamaan yang kuat sekaligus menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kerukunan. Karena itu, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan tekanan massa.
"Saya menyayangkan terjadinya aksi massa yang mendatangi Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karangpenang, Kabupaten Sampang. Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat sekaligus menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kerukunan," ujar Suli Da'im dalam keterangan resminya, Kamis (30/7).
Suli Da'im mengapresiasi langkah aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang mampu menjaga situasi tetap kondusif sehingga tidak terjadi tindakan anarkis. Menurutnya, kondisi aman merupakan modal utama untuk menjaga persatuan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan oleh suatu pernyataan atau ceramah, penyelesaiannya harus melalui mekanisme hukum yang berlaku.
"Sebagai negara hukum, kita harus menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Setiap bentuk intimidasi, ancaman, maupun upaya menekan pihak tertentu juga tidak dapat dibenarkan," tegasnya.
Lebih lanjut, Suli Da'im menyebut Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang selama lebih dari satu abad telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, ulama dan pesantren juga memiliki peran penting dalam membangun moral dan kehidupan keagamaan.
Oleh karena itu, ia meminta hubungan baik antarelemen umat Islam terus dijaga dengan mengedepankan tabayun, ukhuwah Islamiyah, dan sikap saling menghormati.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memperkeruh keadaan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Mari kita percayakan penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum secara profesional, adil, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun," ajaknya.
Suli Da'im juga mendorong para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang dialog yang sejuk dan konstruktif.
"Dakwah sejatinya menghadirkan rahmat, mencerdaskan umat, dan memperkuat persaudaraan, bukan melahirkan permusuhan. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga untuk semakin mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi dan menjaga persatuan bangsa di atas kepentingan kelompok mana pun," pungkasnya. (Mn)


