Ujang Supriatin Soroti Pembangunan Merata di Sidang ILC PBB Jenewa, Dorong Perhatian untuk Sektor Maritim Sukabumi

0

 



Sukabumi, Pakuan Pos – Ujang Supriatin, putra daerah Sukabumi yang juga Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia, menjadi bagian kebanggaan sebagai Delegasi Indonesia dalam Konferensi International Labour Conference (ILC) ke-114 PBB di Jenewa, Swiss, 2026.

Dalam forum tertinggi organisasi perburuhan dunia ILO tersebut, Ujang Supriatin yang akrab disapa Abah Ujang Guru menyoroti pentingnya pembangunan yang merata atau _equitable development_. Sorotan disampaikan dari kacamata ketenagakerjaan global, dialog sosial, dan perlindungan pekerja di era digital.

Dalam sidang tersebut, keadilan pembangunan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan dibahas melalui 3 fokus utama:

Pertumbuhan platform digital seperti ojek online, kurir, dan freelance global membuka lapangan kerja masif. Namun ILC 114 menekankan pembangunan tidak merata jika pekerja terjebak ketidakpastian hukum. Forum membahas regulasi internasional agar manajemen berbasis algoritma transparan, adil, dan memberi jaminan sosial setara bagi pekerja platform.

Kunci pembangunan merata adalah keterlibatan semua pihak. Kerja sama tripartit antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha disebut instrumen utama menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan buruh. Tanpa dialog sosial kuat, hasil pembangunan cenderung hanya dinikmati kelompok bermodal besar.

Pembangunan merata mencakup K3 tanpa memandang sektor. ILC mendorong strategi global agar standar keselamatan kerja diterapkan menyeluruh, guna menekan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang masih timpang antara negara maju dan berkembang.

Dalam pertemuan ILC, Abah Ujang Guru berupaya mendorong investasi untuk Indonesia, khususnya pembangunan merata di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia menekankan perhatian khusus untuk sektor maritim dan pesisir pantai selatan.

“Karena investasi pembangunan yang berkembang, pekerja sejahtera, dan pemerintah mampu menghadirkan regulasi yang berkeadilan, maka hubungan industrial yang harmonis dan produktif akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tegas Ujang Supriatin. Rabu, (10/6/2026). 

Poin utama mandat ILO, pembangunan merata bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan PDB. Melainkan memastikan terwujudnya _Decent Work_ atau Kerja Layak yang inklusif. Di dalamnya ada upah adil, jaminan sosial, dan kesetaraan gender yang bisa dirasakan seluruh lapisan pekerja secara merata.

Keterlibatan putra Sukabumi dalam forum dunia ini diharapkan membawa angin segar bagi advokasi pekerja maritim dan daerah pesisir selatan Jawa Barat.



Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top