Pemdes Bancar dan Telkom Gelar Pelatihan NIB, PIRT, dan Halal untuk Dorong UMKM Naik Kelas

0

 



Ponorogo, Pakuan Pos – Pemerintah Desa Bancar bekerja sama dengan UMKM "Bumi Reyog Mandiri" dan PT Telkom Indonesia menggelar pelatihan bertajuk _"Tips Menjadi Reseller dan Pentingnya Perijinan untuk Pengusaha UMKM"_. Kegiatan berlangsung di Gedung Balai Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Selasa, (30/6/2026).

Acara dibuka langsung Kepala Desa Bancar, Agus Sudarmono, dan diikuti puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM serta calon pengusaha lokal.

Dalam sambutannya, Agus Sudarmono menekankan pentingnya kesadaran hukum dan legalitas formal bagi pelaku usaha di tingkat desa. Produk UMKM Desa Bancar sudah dikenal luas dan memiliki banyak pelanggan setia. Namun, aspek legalitas masih menjadi tantangan utama yang harus segera diselesaikan.

Berdasarkan data di lapangan, mayoritas pelaku UMKM yang hadir belum mengantongi izin resmi. Izin yang dimaksud meliputi Nomor Induk Berusaha atau NIB, izin Pangan Industri Rumah Tangga atau PIRT untuk usaha makanan dan minuman, hingga Sertifikat Halal yang kini menjadi instrumen penting memperluas pasar.

Untuk menjawab kebutuhan itu, pelatihan menghadirkan narasumber Kartika Kurnianingsih. Ia merupakan Ketua UMKM Bumi Reyog Mandiri, Pendamping Halal, Penyelia Halal, Eks Garda Transfumi 2023, sekaligus Koordinator Pendamping Halal UIN Sunan Kalijaga untuk Wilayah Wirotaman meliputi Ngawi, Ponorogo, Magetan, Madiun, dan Pacitan.

Dalam pemaparannya, Kartika mengupas tuntas pentingnya pengurusan legalitas usaha secara digital melalui sistem Online Single Submission atau OSS. Peserta juga dibekali pemahaman proses pendaftaran PIRT dari Dinas Kesehatan, regulasi jaminan produk halal, serta alur pengajuan sertifikasi halal bertahap.

"Legalitas usaha bukan sekadar pemenuhan dokumen di atas kertas, melainkan pondasi utama agar UMKM lokal bisa 'Naik Kelas'. Dengan memiliki NIB, PIRT, dan Sertifikat Halal, kepercayaan konsumen meningkat drastis, daya saing naik, dan akses pasar lebih luas hingga ke retail modern," ujar Kartika.

Selain materi legalitas, peserta juga mendapat modul strategi pemasaran digital dan kiat menjadi reseller sukses. Pelatihan ini sekaligus menjadi momentum inisiasi pembentukan wadah komunitas lokal UMKM Desa Bancar.

Abdul Ghofar Tsany, pengrajin box sound system dari Dukuh Duwet, menilai materi NIB dan komunitas sangat relevan. "Selama ini pemesanan baru lewat getok tular dan pesanan lokal. Saya jadi tahu kalau punya NIB itu penting supaya usaha diakui hukum. Rencana pembentukan komunitas juga bagus untuk tukar jaringan dan info pengembangan produk," katanya.

Suryanto, pemilik usaha warung dan katering dari Dukuh Bancar, mengaku mendapat pencerahan soal izin mamin dan sertifikasi halal. "Pelanggan sudah banyak, tapi untuk masuk instansi formal sering terkendala karena belum punya sertifikat halal dan izin resmi. Penjelasan Bu Kartika membuat saya sadar pengurusannya bisa didampingi dan penting untuk memperluas pasar," ujarnya.

Narti dan Hartatik, pengusaha makanan ringan dari Dukuh Nglodo, juga mengaku terbantu. "Produk camilan kami selalu habis, tapi ingin usaha maju. Kami jadi paham cara urus PIRT dan strategi jadi reseller agar produk dari Nglodo bisa dipasarkan lebih luas dan tepercaya," ungkapnya kompak.

Melalui komunitas ini, pengusaha Desa Bancar diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi produk bersama, dan berkolaborasi mengurus perizinan secara kolektif.

Kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi interaktif. Peserta langsung dipandu langkah demi langkah menyiapkan berkas administrasi perizinan usaha. Melalui komitmen bersama, slogan _"UMKM Naik Kelas, Desa Maju Bersama"_ diharapkan segera terwujud di Desa Bancar. (Mn


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top