Ponorogo, Pakuan Pos – Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Drs. Supriyanto, melakukan kunjungan kerja ke Gudang BULOG Kantor Cabang (Kaca) Ponorogo pada Senin (11/5/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung ketersediaan stok pangan serta memastikan distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Pacitan tetap terjaga.
Dalam tinjauannya, Supriyanto mengapresiasi kinerja BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan di tiga wilayah kerja tersebut. Ia menegaskan bahwa kepastian stok pangan merupakan prioritas utama untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi daerah.
"Kami hadir untuk memastikan bahwa negara hadir dalam menjaga salah satu kebutuhan mendasar rakyat. Berdasarkan pantauan hari ini, stok pangan untuk wilayah Ponorogo, Magetan, dan Pacitan dalam kondisi yang sangat aman," ujar Supriyanto.
Data dan Capaian Kinerja BULOG Ponorogo
Berdasarkan data infografis dari Perum BULOG Kantor Cabang Ponorogo per tanggal 10 Mei 2026, berikut adalah rincian kondisi logistik saat ini:
Total Stok Dikuasai: Mencapai 79.000 ton, yang terdiri dari komoditas beras, jagung, minyak goreng, gula, dan komoditi pangan lainnya.
Kapasitas Gudang: BULOG memiliki kapasitas gudang internal sebesar 72.000 ton. Untuk menampung surplus stok, pihak manajemen telah melakukan langkah strategis berupa sewa gudang dan kerja sama jasa pergudangan.
Realisasi Penyerapan: Dari target penyerapan setara beras tahun 2026 sebesar 79.000 ton, saat ini telah terealisasi sebanyak 61% atau setara 47.000 ton.
Optimisme Serapan Gabah Petani
Meski masih terdapat sisa target sebesar 32.000 ton yang belum terserap, manajemen BULOG Cabang Ponorogo menyatakan optimismenya bahwa target tersebut akan terpenuhi sepenuhnya sebelum akhir tahun 2026.
Langkah proaktif seperti jemput bola ke petani dan koordinasi dengan penggilingan lokal terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan guna memastikan hasil panen petani di Ponorogo, Magetan, dan Pacitan dapat terserap dengan harga yang layak sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan ketersediaan stok yang melimpah, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir terkait pasokan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional maupun ritel di wilayah eks-Karesidenan Madiun tersebut. (Mn)


