Mahkota Binokasih: Pusaka Emas Sumedanglarang Penanda Sahnya Tahta Raja Sunda

0


Sumedang, Pakuan Pos – Di balik kaca tebal Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang, tersimpan sebuah mahkota emas seberat 8 kilogram yang menjadi penanda keagungan Kerajaan Sumedanglarang: Mahkota Binokasih. 

Bukan sekadar perhiasan, Mahkota Binokasih adalah simbol legitimasi, mandat leluhur, dan pakem kepemimpinan Sunda yang diwariskan sejak abad ke-16. Namanya berasal dari kata binokasan, yang berarti dimuliakan atau diagungkan. Hanya raja yang sah dan mendapat restu karuhun yang berhak mengenakannya.


Makna Filosofi Tiga Susun

Mahkota Binokasih terbuat dari emas murni dengan ukiran motif flora melambangkan kesuburan dan kemakmuran tanah Sunda. Puncaknya berhias bunga teratai, simbol pemimpin yang suci dan adil. 

Keunikan lain ada pada bentuknya yang tersusun tiga tingkat. Ini melambangkan Tri Tangtu di Buana, konsep ketatanegaraan Sunda: Rama sebagai pengatur pemerintahan, Resi sebagai penjaga nilai agama dan ilmu, serta Ratu sebagai pemangku wilayah. Tiga unsur ini harus berjalan seimbang dalam diri seorang pemimpin.


Saksi Sejarah Sumedanglarang

Mahkota ini menjadi saksi perjalanan politik Sumedanglarang. Catatan sejarah menyebut, saat Prabu Geusan Ulun memutuskan bergabung dengan Mataram di era Sultan Agung, Mahkota Binokasih turut diserahkan sebagai bentuk penghormatan. Namun penyerahan itu sekaligus menjadi penegas: Sumedang tetap berdaulat secara adat dan budaya.

Pupuhu Majelis Adat Sumedanglarang, Susane Febriyati Suryakartalegawa, SH, menyebut Mahkota Binokasih sebagai mandat, bukan sekadar benda. “Siapa yang memakainya wajib menjalankan Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh. Kekuasaan harus dijalankan dengan kasih, bukan paksa. Itu pakem Sunda,” tegasnya.


Dijaga Ketat, Hanya Keluar Saat Hajat Adat

Karena nilai sejarah dan sakralnya, Mahkota Binokasih disimpan dengan pengamanan berlapis di Museum Prabu Geusan Ulun. Pusaka ini hanya dikeluarkan pada upacara adat penting, seperti penobatan Raja Langen Sari atau peringatan Milangkala Sumedang.

Kini, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Majelis Adat Sumedanglarang aktif mengenalkan Mahkota Binokasih ke generasi muda. Tujuannya memperkuat identitas Sumedang Puseur Budaya Sunda sekaligus menanamkan nilai kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal.

Mahkota Binokasih telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional. Ia bukan hanya milik Sumedang, tapi warisan Jawa Barat dan Indonesia yang membuktikan bahwa tatanan Sunda telah mengenal konsep negara dan pemerintahan yang beradab sejak ratusan tahun lalu. (Aj



Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top