Pelita di Rumah

0


Pakuan Pos - Ibu, namamu lembut di lidahku  

seperti doa yang tak pernah putus  

di pagi kau bangun lebih dulu dari matahari  

menyiapkan hangat sebelum dunia meminta


Tanganmu tak pernah lelah  

menjahit luka, menanak rindu, menata rumah  

meski punggungmu sering membisu  

kau tetap berdiri, jadi tempatku pulang


Kau ajarkan aku kuat tanpa keras  

sabar tanpa menyerah  

cinta tanpa syarat  

dan aku belajar hidup dari caramu diam


Jika waktu memutihkan rambutmu  

biarlah aku yang menjaga langkahmu  

sebab kasihmu tak terukur  

dan doamu selalu jadi rumah paling aman


Terima kasih, Ibu  

untuk peluk yang tak pernah salah arah  

untuk sabar yang tak pernah habis  

untuk cinta yang tetap tinggal, bahkan saat aku pergi

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top