Pakuan Pos - Ibu, namamu lembut di lidahku
seperti doa yang tak pernah putus
di pagi kau bangun lebih dulu dari matahari
menyiapkan hangat sebelum dunia meminta
Tanganmu tak pernah lelah
menjahit luka, menanak rindu, menata rumah
meski punggungmu sering membisu
kau tetap berdiri, jadi tempatku pulang
Kau ajarkan aku kuat tanpa keras
sabar tanpa menyerah
cinta tanpa syarat
dan aku belajar hidup dari caramu diam
Jika waktu memutihkan rambutmu
biarlah aku yang menjaga langkahmu
sebab kasihmu tak terukur
dan doamu selalu jadi rumah paling aman
Terima kasih, Ibu
untuk peluk yang tak pernah salah arah
untuk sabar yang tak pernah habis
untuk cinta yang tetap tinggal, bahkan saat aku pergi


