Indramayu, Pakuan Pos - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Netty Prasetiyani Aher, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat umum yang digelar di RM Sekar Wangi, Kabupaten Indramayu, Senin malam (15/12). Kegiatan berlangsung dari pukul 18.00 hingga 22.15 WIB dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dalam kegiatan tersebut, Netty menyampaikan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Netty menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI bukan sekadar konsep normatif, melainkan nilai dasar yang harus hidup dalam sikap, perilaku, dan interaksi sosial masyarakat sehari-hari. Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini menuntut adanya kesadaran kolektif untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa merawat nilai Pancasila, memperkuat semangat kebhinekaan, serta menjaga komitmen terhadap NKRI dalam kehidupan bermasyarakat. Netty menilai bahwa persatuan bangsa hanya dapat terjaga apabila setiap warga negara memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.
“Indonesia akan tetap kokoh jika masyarakatnya memiliki kesadaran kebangsaan dan komitmen menjaga persatuan,” tegas Netty.
Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung secara dialogis dan partisipatif. Masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, serta berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Diskusi berlangsung hangat dan mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, Netty berharap masyarakat Indramayu semakin memahami pentingnya nilai kebangsaan sebagai perekat sosial, sekaligus mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara berkelanjutan. (Ah)


