Pentingnya Mengadopsi Artificial Intelligence, Dosen UMY Edukasi Guru Muhammadiyah Se-Bangkalan

0

 


Bangkalan, Pakuan Pos - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus berkembang tanpa henti. Perkembangannya banyak mengancam peran dan pekerjaan manusia di era Industri 4.0 ini.

Riset yang dilakukan Glints dan Monk’s Hill Ventures (MHV) menjelaskan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang dapat digantikan oleh AI diantaranya berada di bidang layanan pelanggan, pemasaran dan penjualan, sumber daya manusia, teknologi informasi, analisis data, dan bidang administrasi. 

Selain itu, Insider menjelaskan secara spesifik bahwa guru merupakan 10 pekerjaan yang dapat digantikan oleh AI. Dekan computing and information science department di Rochester Institute of Technology mengatakan bahwa ChatGPT menjadi ancaman serius bagi guru karena informasi di masa mendatang akan lebih mudah didapatkan dengan lebih presisi dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya (personalized). 

Hal ini yang diangkat oleh Nurwahyu Alamsyah, dosen Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMA Muhammadiyah 1 Bangkalan. Dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Skema PP Muhammadiyah ini, Alam mengatakan bahwa pentingnya guru untuk terus melakukan pembaharuan pengetahuan dan kompetensi di era AI yang terus berkembang begitu pesat. 

Guru tidak boleh takut apalagi menghindari perkembangan AI, namun guru harus tetap beradaptasi, mengakuisisi, mengadopsi dan menggunakan AI untuk keperluan pembelajaran di dalam kelas. Salah satu fitur AI sederhana yang dapat digunakan guru adalah membuat media ajar berupa gambar, audio, dan video bisa menggunakan AI dengan personalisasi sesuai kebutuhan materi di dalam kelas. Alam mempraktekkan bagaimana bisa membuat media promosi untuk SMA Muhammadiyah 1 Bangkalan dengan membuatkan replika gedung SMA menggunakan prompt di ChatGPT.

Acara ini mendapatkan antusiasme yang positif dari peserta yang hadir. Peserta yang datang dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Bangkalan ini justru banyak bertanya bagaimana AI dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan administrasi guru seperti membantu memudahkan pembuatan rencana pembelajaran semester (RPS), hingga membuat gambar animasi binatang untuk keperluan media pembelayaran di kelas. 

Alam menutup acara dengan memberikan kalimat menarik, “Jangan takut, tetaplah pakai AI, namun perlu melibatkan pikiran dan hati untuk mengoreksi hasil prompt AI. Karena AI tidak boleh dipercaya 100%, tetapkan sediakan ruang untuk berpikir kritis dan selalu latih daya berpikir kritis itu dengan memperbanyak diskusi luring. (MT

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Terima !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Baca Lebih Lanjut
Accept !
To Top